.::Si Pemimpi::.

Catatan mimpi-mimpi dari seorang yang biasa-biasa saja

Archive for October, 2008

Road of the Lucky Team, Razor.

Posted by gregorio1988 on October 31, 2008

Sungguh bingung hati ini berkata ketika tim saya, Razor, menjadi finalis Pagelaran Mahasiswa Nasional (geMasTIK) 2008 yang bertempat di IT Telkom, Bandung. Ini menjadi kali pertama saya mengikuti ajang kompetisi IT di tingkat universitas. Cukup bangga sepertinya ketika kami menjadi salah satu wakil dari Fasilkom UI di kompetisi IT yang hampir diikuti oleh banyak universitas-universitas ternama, baik itu negeri maupun swasta. Sebelumnya, saya ingin menceritakan sedikit cerita bagaimana tim Razor bisa berhasil menjadi finalis geMasTIK 2008.

  • masa registrasi

Awalnya saya masih belum tahu apakah saya mau ikut geMasTIK 2008 atau tidak. Lalu ketika Faruk mengajak saya untuk ikut ke tim dia beserta Furqon, maka saya mengiyakan. Niat saya sebenarnya hanya ingin mencari pengalaman, pengalaman, dan pengalaman. Kemudian untuk agenda pertama kali adalah memilih lomba apa yang akan kami ikuti di geMasTIK 2008 ini dan Application Contest lah yang dipilih. Selanjutnya kami tinggal mencari nama tim beserta dosen pembimbing. Untuk nama, Faruk meminta saya untuk mencarikannya. Lalu terlintas game Dota dan di game itu ada salah satu heroes yang bernama Razor. Yasudah, saya pun tanya ke Faruk bagaimana jika nama tim kita Razor. Karena Faruk tidak ada ide lain, maka secara resmi nama tim kami di geMasTIK adalah Razor. Sekarang tinggal dosen pembimbing yang akan kami cari. Karena aplikasi kita adalah aplikasi elearning, maka kami memilih Bu Siti Aminah, salah satu dosen yang sudah mengaplikasikan sistem elearning pada perkuliahannya.

Untuk menuju babak ke-2, kita harus mengirimkan laporan progress untuk setiap aplikasi yang dibuat. Sebenarnya banyak waktu yang diberikan panitia untuk membuat laporan ini, tetapi karena mungkin sudah budaya Fasilkom, deadliner (budaya yang kurang baik c..).

Dan ketika pengumuman hasil babak I keluar, saya benar-benar tidak menyangka jikalau tim Razor dari UI berhasil masuk ke babak II. Begitu juga dengan tim UI lainnya yang juga merupakan teman se-fakultas kami, Poison Freak. Tak apalah, akhirnya saya bisa merasakan masuk babak II dalam suatu kompetisi…:)

Posted in Catatan harian, Kuliah | Tagged: , , , , , , | 9 Comments »

Hati-hati Penipuan di Jl. Margonda Raya

Posted by gregorio1988 on October 14, 2008

Suatu hari di malam Sabtu kemarin, “De, klo ke Kalideres naik apa yah? “, tanya seorang ibu berparas tua dan berjilbab kepada saya. Karena saya juga belum pernah ke sana, maka saya pun menjawab “Tidak tahu juga tuh bu, saya juga belum pernah ke sana. Coba ibu tanya aja ke tukang ojek yang di sana (maksudnya tukang ojek yang di depan gang Pondok Cina). Siapa tau mereka tau “. Kemudian saya pun bertanya ke beliau “Memangnya ibu dari mana? “. Dan setelah itu, sang ibu yang terlihat kusam itu pun menjawab “Tadi siang saya ke rumah saudara saya dan tersesat di sini dari jam 2. Mana uang tinggal 5 ribu. Trus sekarang anak saya lapar, belum makan dari siang. Trus juga kayaknya uang saya gak cukup buat pulang ke Kalideres. Gimana yah..?”. Dalam hati saya, kasihan sekali ibu ini. Istilahnya, sudah jatuh dari pohon durian, ketiban pula buah durian. Lalu dengan spontan saya pun menjulurkan uang secukupnya untuk sekadar membantu mereka. Namun, si ibu pun kembali memohon dan berkata kepada saya “Duh, kayaknya makanan di sini mahal-mahal. Anak saya udah lapar lagi. Dek, bisa minta Rp 5000 lagi gak buat beli makan anak saya? “. Sejenak saya pun berpikir “Waduh, duit saya tinggal beberapa lembar lagi nih. Gimana yah? “. Lalu saya pun mengingat kembali suatu hadist yang menyebutkan bahwa suatu sedekah yang paling utama adalah sedekah dari benda kita yang paling berharga. Yasudah, saya pun dengan ikhlas kembali memberi ibu tersebut Rp 5000. Kemudian, si ibu dan anak itu pun pergi mencari makanan dan saya pun bergegas kembali ke tempat tujuan awal saya, Gramedia.

Ketika di Gramedia, entah kenapa hati saya selalu diselimuti oleh perasaan curiga oleh peristiwa tadi. Saya berusaha membuang jauh-jauh perasaan tersebut. Lalu, saya pun mengingat kembali tulisan dari seorang Berli yang menuliskan bahwa niat ikhlas itu seperti ketika kita membuang kotoran. Saya pun berusaha untuk melupakan peristiwa itu seperti ketika saya selesai “buang hajat”.

Sehari kemudian,
Read the rest of this entry »

Posted in Catatan harian | Tagged: , , , | 19 Comments »