.::Si Pemimpi::.

Catatan mimpi-mimpi dari seorang yang biasa-biasa saja

Pengawas UMB di Hari I

Posted by gregorio1988 on June 7, 2008

Hari ini merupakan hari pertama saya mengawasi UMB. Tidak pernah terbayangkan oleh saya untuk menjadi seorang pengawas ujian. Sebelummnya, walaupun saya menjadi salah seorang asisten dosen di sebuah mata kuliah di kampus, namun belum pernah sama sekali saya mengawasi ujian, baik UTS maupun UAS karena waktu ujiannya bentrok dengan waktu ujian saya. Mungkin ada perasaan bangga menjadi seorang pengawas UMB, itu menurut saya. Saya merasa waktu itu berjalan begitu cepat. Saya yang dulu berada di bangku ujian, kini menjadi seorang yang mengawasi siswa yang duduk di bangku ujian. Mungkin karena itulah Allah berfirman dalam suratnya Al Ashr, 1-3:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran”.
Dari ayat di atas, waktu merupakan sesuatu yang tidak akan pernah kembali lagi dan hanya orang-orang yang menggunakan waktunya dengan baiklah yang tidak akan berada dalam kerugian.
Di hari pertama UMB ini, saya akan sedikit bercerita tentang perjalanan saya dari awal hingga ujian selesai. Begini ceritanya:

  1. Saya dan teman saya, Faruk, janjian ketemuan di halte dekat Gerbatama UI pukul 05.30.
  2. Jam 04.30, saya bangun dan setelah sholat Subuh mulai bersiap-siap untuk berangkat ke halte Gerbatama UI sebelum ke lokasi ujian yang terletak di SMAN 49.

  3. Karena saya dan Faruk belum tahu dimana letak SMAN 49, maka kami pergi ke sana dengan menggunakan insting dan informasi dari teman-teman yang lain yang memberitahukan letak SMAN 49.
  4. Jam 05.51 dengan insting yang kuat, kami sampai di lokasi ujian dan ternyata di sana masih sepi sehingga kami pun menunggu teman-teman lain yang belum datang.
  5. Beberapa menit kemudian, Ishak, teman seperjuangan kami tiba di SMAN 49 dan kata dia rapat pengawas UMB dilaksanakan di lantai 2. Setelah itu, kami bertiga pun pergi ke lantai 2.
  6. Sesampainya di ruang rapat pengawas yang ternyata berada di dalam perpustakaan SMAN 49, kami langsung disuguhi oleh kopi hangat + krim oleh seorang pengawas lain yang merupakan guru di SMAN 49.
  7. Di perpustakaan itu, ternyata terdapat sebuah TV dan sedang menayangkan berita sepakbola sehingga saya pun langsung mengambil tempat duduk di dekat TV tersebut untuk menonton TV sambil menikmati kopi yang tadi saya bawa.
  8. Sambil menonton TV plus “minum-minum”, teman-teman lainnya yang juga ikut mengawas berdatangan, baik itu dari angkatan atas maupun yang setara dengan saya. Namun, hanya satu teman saya yang tidak ikut mengawas padahal sudah diterima menjadi pengawas di sini. Alasannya karena dia ________. Mau tidak mau, pengawas utama yang berpasangan dengan dia pun bekerja sendirian.
  9. Pukul 07.30, saya dan partner saya sekaligus pengawas utama, Pak Haryanto, pergi menuju R.10, tempat kami mengawasi peserta UMB. Walaupun Pak Haryanto terlihat cukup “misterius” tapi ternyata dia baik juga.
  10. Sebelum para calon mahasiswa memasuki ruangan, kami diperintahkan oleh PJ Lapangan untuk memasang nomor ujian di setiap meja peserta. Loh, koq baru dipasang?
  11. Bel I berbunyi dan para calon mahasiswa pun masuk dan dari daftar peserta yang saya bawa, para calon mahasiswa itu berasal dari SMA Al Izhar, SMA Gonzaga, SMAN 46, dan lainnya.
  12. Dari pengamatan yang saya lihat, ternyata di antara peserta itu, ada seseorang yang membuat saya heran karena saya melihatnya dia itu seperti salah satu pembalap formula Indonesia, Alexandra Asmasoebrata. Apakah dia itu adiknya atau cuman mirip doank?
  13. Pada saat ujian berlangsung, banyak sekali kesalahan yang saya buat dalam pemberitahuan informasi kepada peserta. Di dalam peraturannya tertulis ____________ tapi saya memberitahu _________. Yach, mungkin dengan kesalahan itu sedikit memberi keuntungan bagi peserta UMB yang saya awasi.
  14. Untuk aktivitas lainnya selama ujian berlangsung, saya hanya bolak-balik di ruangan itu dan tentunya menulis tulisan yang kini sedang Anda baca!
  15. Jarum jam terus berputar tanpa hentinya dan selesai juga waktu ujian pada pukul 10.30. Dengan membari aba-aba untuk menyelsaikan semua aktivitas para peserta, saya dan Pak Haryadi mengumpulkan jawaban dan setelah itu, selesailah tugas I saya sebagai pengawas UMB.
  16. Sebenarnya masih banyak cerita yang ingin saya tulis, tapi karena takut nanti para pembaca bosan, mungkin kalian bisa menanyakan langsung ke saya. Itupun kalau Anda tahu siapa saya. Hehehehehe….

8 Responses to “Pengawas UMB di Hari I”

  1. Berli said

    Jieeee yang janjian sama Faruk….
    Hwehehehhehe…….

  2. yuan said

    btw minta nmr hp adeknya Alexandra Asmasoebrata gak ngo??

    =p

  3. Indra said

    gmana keadaanya Nggo…pas ngawas…
    santai atau tegang..??
    =p

  4. @Berli
    cemburu tuch….=p

    @yuan
    wah, ga sempet minta tuch,,,gak enak c mintanya…(bilang aja g berani…heheheh….)

    @Indra
    klo ane c santai, tapi klo yg lagi ujian kyknya tegang banget dech ane liatin….hahahahah…..

  5. mishbah said

    hahha.. pengen juga jadi pengawas UMB suatu saat nanti..

    siip, udah saya link tuh..

  6. @misbah
    nunggu setahun lagi mis klo mau jd pengawas UMB…
    siip..udah saya link jg tuch…
    -thks-

  7. ikochan said

    sma gw tuh…haha…gw juga tadinya mau ikut jadi pengawas…tapi takut dapet yang jauh….

  8. @ikochan
    hehehe….saya jg bersyukur dptnya disana…gak terlalu jauh dari kosan saya…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>