Renungkanlah

Pernahkan kita berpikir jika seandainya kita mati, apakah banyak orang yang akan menangisi kita dan merasa kehilangan terhadap kepergian kita. Mungkin kita tidak akan tahu setelah kita mati bagaimana reaksi atau perasaan dari orang-orang di sekitar kita, tapi coba kita renungkan kembali apa yang telah kita perbuat selama kita hidup. Apakah kita memiliki peran yang cukup penting di dalam kehidupan orang-orang di sekitar kita. Dalam suatu hadist yang pernah saya baca menyebutkan bahwa sebaik-baiknya manusia itu adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain. Mungkin sebagian para pembaca pernah mendengar hadist di atas. Dari hadist di atas, mungkin kita akan sedikit bertanya-tanya, apakah kita sudah bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Jika belum, lalu apa yang harus kita lakukan agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya pribadi juga masih belum merasa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya.

Kita hidup di dunia ini hanyalah sementara, dan di akhiratlah kita akan bersifat kekal, abadi. Lalu, apakah dengan sifat sementara itu kita hanya mempersiapkan diri kita di akhirat nanti tanpa memikirkan kehidupan di dunia. Mungkin memang benar kalau tujuan kita hidup itu adalah sebagai tempat persiapan untuk di akhirat nanti, tetapi kita pun tidak bisa melupakan kehidupan yang sekarang ini sedang kita jalani. Singkatnya, kita jangan hanya beribadah kepada Sang Khalik tanpa mau bersosialisasi dengan masyarakat dimana kita tinggal. Jika hubungan vertikal kita sudah kita laksanakan, maka hubungan horizontalnya pun juga jangan dilupakan. Namun, jangan karena kita harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitar tapi lupa dengan Yang Di Atas. Kita harus bisa menyeimbangkan hubungan keduanya yaitu habluminannas dan habluminallah.

Berbicara tentang bersosialisasi, coba kita amati paragraf awal. Apakah keberadaan kita sekarang ini membawa manfaat bagi orang lain atau kita ini hanyalah sebagai benalu bagi keadaan sekitar. Atau mungkin saja keberadaan kita sama saja dengan jika kita tidak ada. Mungkin kita tidak tahu apakah peran kita saat ini, tapi coba tanyakanlah kepada teman-teman sekitar kita atau amatilah sikap mereka terhadap kita. Jika mereka senang dengan keberadaan kita dan merasa kehilangan jika kita tidak ada, mungkin kita memiliki peranan penting atau membawa manfaat bagi mereka. Namun sebaliknya, jika mereka terlihat agak “gerah” dengan kita berada di dekat mereka, mungkin coba introspeksi diri kita. Cobalah bermuhasabah. Apa yang telah kita perbuat dan cobalah untuk merubah sikap kita untuk lebih bermanfaat bagi orang lain dan lebih baik dari sebelumnya. Mungkin ini juga merupakan amanah bagi Saya sendiri. Oleh karena itu, tidak salahnya jika kita menerapkan jurus Aa Gym, yaitu 3M, Mulai dari Sekarang, Mulai dari Diri Sendiri, dan Mulai dari Hal Kecil.

2 Responses to “Renungkanlah”

  1. yuan Says:

    pertamaxxx… hehe

    memang kita harus banyak merenung yah ngo
    ^^

  2. gregorio1988 Says:

    @yuan
    betul sekali ini “yuan handal sekali”..=p
    tapi kita jg jangan hanya merenung saja, tp coba untuk “bergerak” dan realisasikan renungan kita…

    hohohohoho..


Leave a Reply