Saya menulis tulisan ini ketika saya 3 teman seperjuangan saya, Ardi, Ghofur, dan Hilman, sedang melakukan eksodus besar-besaran. Alasannya adalah karena Kutek, tempat saya kos, sedang dilanda “pemadaman bergiliran” yang sudah 2 kali dalam 3 hari terakhir dilanda penduduk Kutek. Mungkin karena ini merupakan salah satu dampak naiknya BBM, sehingga PLN kekurangan bahan bakar untuk memenuhi pasokan listriknya. Dalam artikel yang saya baca, sedikitnya ada 3 faktor yang menyebabkan pasokan listrik di Jawa Bali kembali terganggu.
- Pasokan BBM untuk pembangkit Tambak Lorok, Grati dan Muara Tawar terganggu. Dalam rapat yang berlangsung tadi siang antara PLN dan Pertamina disepakati untuk mengatasi secepat mungkin masalah ini.
- Ada derating atau penurunan kemampuan sementara pada pembangkit Suralaya Unit 6 dan Unit 7 sebesar 400 MW.
- Ada kenaikan beban karena banyak pelanggan bisnis dan industri yang mengalihkan pasokan ke PLN.
[sumber: detik.com]
Padahal, saat ini saya sedang disibukkan oleh UAS Sistem Operasi besok paginya. Yach mudah-mudahan dibalik semua ini ada hikmahnya bagi saya dan juga teman seperjuangan saya…
Yang pasti, TETAP SEMANGAT BELAJAR WALAUPUN MATI LAMPU…
