Kebobrokan Pendidikan di Indonesia
Posted by gregorio1988 on April 30, 2008
Tim investigasi Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional menemukan kecurangan pada tingkat sekolah saat digelar ujian nasional tingkat SMA dan SMP April lalu. Investigasi dilakukan di sembilan daerah antara lain Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, Sumatra Barat, Maluku Utara, Jawa Timur, Banten, Nusatenggara Barat dan Sumatra Utara. Hasil investigasi tersebut diumumkan Jumat (4/5) setelah menelaah 37 kasus kecurangan yang dilaporkan pada Depdiknas.[Metrotvews.com]
Mungkin cukilan berita di atas hanyalah sebagian dari kasus yang terjadi pada Ujian Akhir Nasional (UAN) 2008 minggu kemarin. Dalam beberapa media, banyak sekali diberitakan mengenai kasus yang serupa. Pembocoran UAN terjadi di mana-mana, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi daerah-daerah pedalaman pun banyak juga diberitakan kasus seperti ini. Padahal kasus ini sudah bukan merupakan kasus baru karena tahun-tahun sebelumnya juga sering terjadi dan bahkan modusnya hampir sama, tetapi kenapa tahun ini harus terjadi lagi. Apakah mereka (pihak yang membocorkan soal) tidak tahu betapa berat hukuman yang akan diterima jika terlilit kasus ini. Anehnya, mereka ini kebanyakan adalah pihak guru yang mengajar di sekolahnya sendiri dan bukan tidak mungkin mereka mengerti mengenai hukuman tentang kasus ini.
Hingga saat ini, ada dua kemungkinan mereka melakukan “tugas kotor” tersebut. Pertama, mereka melakukan untuk dibisniskan. Mereka menjual soal-soal UAN kepada siswa dengan harga yang menggiurkan. Dan kedua, mereka melakukan itu karena mereka ingin semua siswa mereka dapat lulus UAN karena mereka tidak mau melihat siswanya sedih hanya karena tidak lulus UAN. Seperti yang diberitakan pada salah satu SMA di daerah Medan tentang kasus kecurangan pada UAN, para guru sengaja membenarkan jawaban para murid karena mereka tidak mau melihat orang tua siswa bersedih akibat anak mereka tidak lulus UAN. Para guru itu juga menyalahkan pemerintah yang dianggap tidak adil karena dalam UAN tersebut, ada pelajaran Bahasa Inggris yang ikut diujikan. Para guru itu menyebutkan jika untuk SMA di kota-kota besar mungkin tidak begitu mengkhawatirkan dengan mengujikan Bahasa Inggris karena banyak siswa-siswa yang dapat mengikuti les bahasa Inggris. Akan tetapi, untuk siswa mereka yang rata-rata orang tuanya hanyalah bekerja sebagai petani, bersekolah saja sudah bersyukur, apalagi untuk mengikuti les. Mungkin cukup membingungkan jika kecurangan UAN disebabkan pada alasan kedua. Di satu sisi, mereka melakukannya karena dengan niat mulia, tetapi di satu sisi, mereka sama saja menghancurkan definisi pendidikan itu sendiri. Padahal mereka adalah salah satu orang yang berperan besar terhadap pendidikan di Indonesia. Lalu, siapa yang disalahkan dan apa yang harus kita lakukan? Apakah pendidikan di Indonesia hanya seperti ini. Lalu bagaimana bisa kita mengejar negara-negara maju jika dari SMA saja sudah seperti ini. Kapankan Indonesia bisa menemukan sistem pendidikan yang memang benar-benar baik? Mungkin itulah tugas-tugas kita sebagai genarasi muda untuk memajukan negara ini. Begitu banyak “lubang-lubang” yang harus kita tambal untuk memajukan negara ini.

agungfirmansyah said
Assalamualaikum wr wb
Dulu, sekitar 8 tahun yang lalu, ada fenomena mengenaskan di salah satu SD di komplek SD saya.
Saat Ebtanas untuk angkatan 2006 (adek kelas satu tahun di bawah saya), seorang guru memberikan jawaban untuk siswa yang sedang ujian. Alhasil, nilai rata2 hasil ujian sekolah tersebut naik drastis dari tahun sebelumnya (tahun saya). Banyak dari mereka (yang asliny tidak mampu secara akademis) yang masuk SMP unggulan. Tp apa boleh dikata, di SMP-SMP itu mereka akhirnya banyak yang tertekan. Beberapa di DO, dan tak sedikit yang tidak mau sekolah lagi karena tidak kuat menerima tekanan.
Suatu efek yang teramat mahal untuk dibayar.
gregorio1988 said
@mas agung
wa’alaikumussalam wr.wb
sungguh mengenaskan yach bangsa ini…bahkan dari SD saja mereka sudah diajarkan seperti itu..gimana nanti besarnya??
Wajarlah kalau para pemimpin bangsa ini banyak yang tidak beres…wong dari kecil saja sudah diajarkan “korupsi”….=p
Berli said
Tapi, ada juga ko’ yang hal itu berdasarkan inisiatif dari gurunya sendiri…
So rasa sayang berlebih yang tidak pada tempatnya ternyata juga bisa menimbulkan masalah ya’??
Pernah juga kan taun kemaren, gurunya ngasih kunci jawaban (entah dengan cara sms atau apa) namun sayang kode soalnya beda, jadi sebagaian besar pada ga’ lulus… Mungkin itu salah satu teguran agar tidak berbuat curang…
gregorio1988 said
@berli
makanya kalau mau curang mesti hati2…diperiksa dulu jawabannya, bener apa nggak…hehehehe…
Tapi itu bukan guru ente khan ber…=p
pradit said
inilah mengapa Indonesia g maju2. UAN dpt berhasil bila guru bersungguh2. Lha sering d tinggal gurunya ngerumpi di kantor mn bs pandai. Dah gt minta gaji naik trs
gregorio1988 said
iya nich, kira2 kapan yach Indonesia bisa maju…masa kalah ama Vietnam yang baru merdeka beberapa tahun kemarin c…
ck..ck..ck..ck