Goodbye, The King of Pop….

Heal The World

….

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

…..

Penggalan lirik lagu di atas mungkin terlintas akan mengingatkan kita akan sosok penyanyinya, The King of Pop, Michael Jackson. Lagu tersebut dibawakan oleh Jacko (panggilan akrab Michael Jackson) bertujuan untuk menyebarkan suara perdamaian di seluruh dunia. Kini, kita tidak akan dapat lagi mendengarkan suaranya yang khas sekaligus melihat aksi panggungnya yang brilian. Michael Jackson dipanggil oleh Sang Pencipta pada Kamis, 25 Juni 2009. Mendengar Jacko meninggal, tersentak semua fans-nya yang tersebar di seluruh dunia menangis dan histeris tak percaya akan berita itu. Mungkin inilah kuasa ilahi yang siapapun tidak akan dapat menolaknya. Hingga akhir hayatnya, Jacko tidak pernah berhenti dihujani berita kontroversial. Baik dari berita operasi wajahnya hingga kasus pencabulan anak kecil yang menimpa dirinya walaupun kasus tersebut terbukti bahwa Jacko tidak bersalah.

Kematian Jacko menimbulkan banyak misteri yang masih diungkap oleh tim penyelidik. Terdapat banyak versi mengenai alasan kematian Jacko. Beberapa versi yang saya dengar adalah Jacko kelelahan dalam mempersiapkan pertunjukkan terakhirnya yang akan diselenggarakan sekitar bulan Juli sehingga dia terkena serangan jantung dan menewasakan The King of Pop tersebut. Namun ada juga yang memberitakan  bahwa Jacko overdosis dari obah penahan rasa sakit yang diberikan oleh dokter pribadinya.

Hingga akhir hayatnya, Jacko meninggalkan banyak lagu yang akan terus diingat oleh semua fansnya dan menjadi inspirasi dan telah diutarakan pada penggalan lagu di atas, Heal The World

~Goodbye MJ…


michael-jackson


Curhatan KP (bagian I)

Sudah dari 3 minggu yang lalu, kehidupan saya sedikit berubah. Ya, berubah menjadi orang kantoran. Mulai awal Juni hingga pertengahan bulan Agustus, saya akan memulai kerja praktik (KP) atau istilah lainnya magang/internship/PKL/KKN/dsb. Sebenernya waktu KP untuk semester ini adalah minimal 6 minggu namun saya meminta ke pihak penyelianya selama 10 minggu sebab daripada liburan semester ini saya bingung mau mengerjakan kegiatan apa, lebih baik saya belajar bagaimana kehidupan di dunia kantor..:)

Read the rest of this entry »

Idola Cilik, Koq Lagunya Dewasa??

picture1

Mungkin para pembaca sudah tahu mengenai salah satu program Idola Cilik yang suka menghiasi TV setiap harinya. Acara ini merupakan salah satu program pencari bakat yang khusus untuk anak-anak. Namun, setiap saya melihat iklan dari program, kenapa setiap lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak tersebut selalu lagu-lagu orang dewasa? Di sinilah bentuk keprihatinan kita terhadap anak-anak zaman sekarang.

Dulu mungkin kita masih ingat ketika Joshua, Chikita Meidy, dan penyanyi anak lainnya menyanyikan lagu yang memang bertemakan anak-anak. Contohnya, “Diobok-obok”, “Abang Tukang Bakso”, dan sebagainya. Namun sekarang, hampir tidak pernah saya melihat kontestan Idola Cilik yang menyanyikan lagu-lagu seperti itu. Mereka hanya menyanyikan lagu-lagu seperti yang dibawakan oleh grup band-grup band dewasa yang mungkin isi lagunya sangat tidak pantas dengan mereka. Mungkin itulah bedanya antara anak zaman saya masih kecil dengan yang sekarang. Wajar saja jika sekarang banyak anak kecil yang tingkah lakunya seperti orang dewasa.

Sebenarnya, program Idola Cilik ini sudah mendapatkan teguran dari pemerintah mengenai masalah di atas, tetapi sama dengan orang Indonesia lainnya, Sekarang Ditegur, Besok Berbuat Lagi. Mudah-mudahan saja persepsi saya terhadap orang Indonesia ini salah.

New Semester, New Spirit, New Life

runninggirls-polaroid

Alhamdulillah liburan semester ganjil telah usai. Kini, saya bisa fokus kembali ke dunia perkuliahan dan juga merupakan awal dari semester 6. Tidak terasa sudah 2,5 tahun saya berkecimpung di gedung bundar Fasilkom ini. Berarti tinggal 1,5 tahun lagi saya (insyaAllah dan harus bisa!!) dapat gelar S.Kom. Berarti nanti nama saya menjadi Gregorio G.Honassan Napitupulu, S.Kom. =P

Pada semester kali ini saya tidak begitu banyak target, cukup dapat IP cum laude (mudah-mudahan bisa) atau minimal lebih besar dari IPK. Selain itu, saya juga berharap agar bisa KP/magang pada liburan semester ini. Yah, kalau bisa tempatnya yang lumayan, asyik dan ternamalah. Siapa tahu nanti bisa dapat banyak pengalaman selepas KP dan punya banyak relasi. Untung-untung kalau sehabis KP bisa direkrut sama perusahaannya. Jadi nanti selesai sarjana bisa langsung kerja tanpa cari pusing buat melamar kerja di sana-sini. Doakan saja!

…Amien Ya Rabbal Alamien…

Who’s the Next Leader ??

anonym

PEMIRA FASILKOM UI datang lagi..!!!

PEMIRA FASILKOM UI datang lagi..!!!

PEMIRA FASILKOM UI datang lagi..!!!

PEMIRA (Pemilihan Rakyat) kali ini ada yang berbeda dari pemira-pemira sebelumnya karena untuk pemira kali ini ada 6 4 calon yang bakal memperebutkan mahkota BEM Fasilkom UI periode 2009. Siapakah mereka?

  • Ari Wibisono
  • Indra Firmancahya
  • Toni Dermawan Yulianto
  • Big Zaman
  • Erwin Nugraha
  • Nugroho Dwi S

(data diambil dari isu-isu yang berkembang)

Tiga peringkat teratas merupakan angkatan dari 2006 dan sisanya adalah angkatan 2007. Di sinilah perbedaan mendasar pada pemira kali ini dibandingkan dengan pemira sebelumnya, yaitu banyaknya calon bakal BEM Fasilkom (jumlahnya 6 bo..!) dan membagi perbandingan yang sama antara angkatan X dengan X+1 dimana untuk kasus ini X = 2006.

Sebenarnya siapa saja yang bakal menjadi Ketua BEM Fasilkom UI selanjutnya tidaklah masalah, apakah ia angkatan 2006 atau 2007. Yang terpenting bagi saya adalah dia harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Paham

Maksudnya adalah dia (baca: Ketua BEM Fasilkom) harus paham segala permasalahan yang ada di strukur organisasi yang sedang dia kendalikan. Hal ini menyangkut masalah internal ataupun eksternal. Kalau menurut pendapat teman saya yang handal, Yuan, untuk seorang pemimpin tidaka perlu dia langsung turun ke lapangan jika ada suatu permasalah di sitemnya tapi cukup paham dan mengerti tentang permasalahan tersebut.

  • Akrab

Gedung Fasilkom itu kecil, tidak seluas gedung fakultas lainnya yang ada di UI. Oleh karena itu, penghuninya pun juga sedikit sehingga sangatlah diharapkan untuk Ketua BEM mendatang dapat lebih akraba dan merangkul semua civitas Fasilkom UI, tidak hanya mahasiswa, tetapai semua staf dan dosen pun harus ia kenal. Jangan sampai sang ketua BEM tidak dekat dengan penghuni Fasilkom karena jika ketuanya saja tidak akrab, bagaimana dengan bawahannya..?

  • Komitmen

Kepenguruan BEM kali ini akan berlangsung selama 1 tahun. Bukan waktu yang sebentar dan disinlah tingkat komitmen seorang ketua BEM diuji. Apakah ia dapat tetap stabil atau komitmen dalam menjalankan amanahnya atau dia hanya komitmen di awal dan ketika akan berakhir saja. Keberhasilan seorang pemimpin dapat dilihat dari seberapa komitmenkah dia untuk mengemban tugas-tugasnya. Dan satu hal yang terpenting adalah, dia juga masih berstatus MAHASISWA sehingga dia tidak bisa melupakan tugas dasarnya sebagai mahasiswa tanpa mengindahkan tugas dia sebagai KETUA BEM FASILKOM UI Periode 2009.

  • Berani

Seorang pemimpin harus berani mengambil segala keputusan yang dia anggap memang benar. Jangan sampai seorang pemimpin plin-plan apalagi tidak bisa mengambil keputusan secara PASTI. Mungkin ada baiknya jika calon BEM Fasilkom yang diatas dapat belajar dari seorang Bung Karno yang dengan kharismnya selalu berani mengambil keputusan walaupun harus merelakan dirinya sendiri. Di sinilah ketangguhan seorang pemimpin akan dilihat oleh bawahannya. Apakah pemimpin mereka berani atau tidak untuk mengambil keputusan.

  • Optimis

Berhasil atau tidaknya suatu organisasi itu tergantung siapa pemimpin yang memimpinnya. Dan jikalau seorang pemimpin saja sudah pesimis untuk menjalankan amanahnya, bagaimana mungkin bawahannya bisa optimis dalam bekerja. Walaupun pada awalnya kita pesimis untuk mengerjakan tugas itu, tapi jangan sampai bawahany kita tau sikap kepesimisan kita karena itu dapat menular ke mereka sehingga target kita dari awal akan buyar.

Mungkin poin atas hanyalah 5 dari sekian banyaknya ciri-ciri untuk menjadikan seorang pemimpin atau lebih spesifik Ketua BEM Fasilkom UI dapat berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Sebenarnya untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang baik itu tidaklah gampang. Dibutuhkan semangat juang yang tinggi serta pengorbanan. Menjadi pemimpin, apalagi yang memang benar-benar ikhlas karena Allah dapat kita sebut sebagai orang yang berjuang di agama Allah dan pahala lah balasannya. Oleh karena itu, berjuanglah teman-teman yang di atas dan mari kita sukseskan pemira kali ini. Mudah-mudahan dia yang terpilih menjadi Ketua BEM Fasilkom UI 2009 dapat siap dan sukses menjalankan tugasnya sebagai seorang PEMIMPIN sekaligus MAHASISWA. Berjuanglah…!!

Road of the Lucky Team, Razor.

Sungguh bingung hati ini berkata ketika tim saya, Razor, menjadi finalis Pagelaran Mahasiswa Nasional (geMasTIK) 2008 yang bertempat di IT Telkom, Bandung. Ini menjadi kali pertama saya mengikuti ajang kompetisi IT di tingkat universitas. Cukup bangga sepertinya ketika kami menjadi salah satu wakil dari Fasilkom UI di kompetisi IT yang hampir diikuti oleh banyak universitas-universitas ternama, baik itu negeri maupun swasta. Sebelumnya, saya ingin menceritakan sedikit cerita bagaimana tim Razor bisa berhasil menjadi finalis geMasTIK 2008.

  • masa registrasi

Awalnya saya masih belum tahu apakah saya mau ikut geMasTIK 2008 atau tidak. Lalu ketika Faruk mengajak saya untuk ikut ke tim dia beserta Furqon, maka saya mengiyakan. Niat saya sebenarnya hanya ingin mencari pengalaman, pengalaman, dan pengalaman. Kemudian untuk agenda pertama kali adalah memilih lomba apa yang akan kami ikuti di geMasTIK 2008 ini dan Application Contest lah yang dipilih. Selanjutnya kami tinggal mencari nama tim beserta dosen pembimbing. Untuk nama, Faruk meminta saya untuk mencarikannya. Lalu terlintas game Dota dan di game itu ada salah satu heroes yang bernama Razor. Yasudah, saya pun tanya ke Faruk bagaimana jika nama tim kita Razor. Karena Faruk tidak ada ide lain, maka secara resmi nama tim kami di geMasTIK adalah Razor. Sekarang tinggal dosen pembimbing yang akan kami cari. Karena aplikasi kita adalah aplikasi elearning, maka kami memilih Bu Siti Aminah, salah satu dosen yang sudah mengaplikasikan sistem elearning pada perkuliahannya.

Untuk menuju babak ke-2, kita harus mengirimkan laporan progress untuk setiap aplikasi yang dibuat. Sebenarnya banyak waktu yang diberikan panitia untuk membuat laporan ini, tetapi karena mungkin sudah budaya Fasilkom, deadliner (budaya yang kurang baik c..).

Dan ketika pengumuman hasil babak I keluar, saya benar-benar tidak menyangka jikalau tim Razor dari UI berhasil masuk ke babak II. Begitu juga dengan tim UI lainnya yang juga merupakan teman se-fakultas kami, Poison Freak. Tak apalah, akhirnya saya bisa merasakan masuk babak II dalam suatu kompetisi…:)

Hati-hati Penipuan di Jl. Margonda Raya

Suatu hari di malam Sabtu kemarin, “De, klo ke Kalideres naik apa yah? “, tanya seorang ibu berparas tua dan berjilbab kepada saya. Karena saya juga belum pernah ke sana, maka saya pun menjawab “Tidak tahu juga tuh bu, saya juga belum pernah ke sana. Coba ibu tanya aja ke tukang ojek yang di sana (maksudnya tukang ojek yang di depan gang Pondok Cina). Siapa tau mereka tau “. Kemudian saya pun bertanya ke beliau “Memangnya ibu dari mana? “. Dan setelah itu, sang ibu yang terlihat kusam itu pun menjawab “Tadi siang saya ke rumah saudara saya dan tersesat di sini dari jam 2. Mana uang tinggal 5 ribu. Trus sekarang anak saya lapar, belum makan dari siang. Trus juga kayaknya uang saya gak cukup buat pulang ke Kalideres. Gimana yah..?”. Dalam hati saya, kasihan sekali ibu ini. Istilahnya, sudah jatuh dari pohon durian, ketiban pula buah durian. Lalu dengan spontan saya pun menjulurkan uang secukupnya untuk sekadar membantu mereka. Namun, si ibu pun kembali memohon dan berkata kepada saya “Duh, kayaknya makanan di sini mahal-mahal. Anak saya udah lapar lagi. Dek, bisa minta Rp 5000 lagi gak buat beli makan anak saya? “. Sejenak saya pun berpikir “Waduh, duit saya tinggal beberapa lembar lagi nih. Gimana yah? “. Lalu saya pun mengingat kembali suatu hadist yang menyebutkan bahwa suatu sedekah yang paling utama adalah sedekah dari benda kita yang paling berharga. Yasudah, saya pun dengan ikhlas kembali memberi ibu tersebut Rp 5000. Kemudian, si ibu dan anak itu pun pergi mencari makanan dan saya pun bergegas kembali ke tempat tujuan awal saya, Gramedia.

Ketika di Gramedia, entah kenapa hati saya selalu diselimuti oleh perasaan curiga oleh peristiwa tadi. Saya berusaha membuang jauh-jauh perasaan tersebut. Lalu, saya pun mengingat kembali tulisan dari seorang Berli yang menuliskan bahwa niat ikhlas itu seperti ketika kita membuang kotoran. Saya pun berusaha untuk melupakan peristiwa itu seperti ketika saya selesai “buang hajat”.

Sehari kemudian,
Read the rest of this entry »

Masih Ingatkah Anda Dengan Permainan Ini ??

“Iya, oper sini ded, gw kosong nih”. Kemudian, Dedi pun mengoper bolanya ke Ringo dan dengan tenang, Ringo menendang bola plastik itu dengan kencang. Lalu..Gooollll…!!!. Kemudian Ringo berlari dengan senangnya diikuti oleh teman-teman yg lainnya ke pinggir lapangan. Akhirnya tim BCFC pun memenangi pertandingan itu dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Ringo di menit terakhir.

Yah, itulah salah satu permainan yang sering saya lakukan waktu masa kecil, bermain sepak bola plastik. Sebenarnya masih banyak permainan yang saya mainkan bersama teman-teman sepermainan waktu kecil dulu, yaitu:

  1. Balon tiup
  2. Permainan ini biasanya saya lakukan dengan cara meniup dahulu balon tiup ini yang sebelumnya dibeli di warung Imam, warung di daerah saya, dan kemudian setelah balon tersebut besar, maka balon itu saya tempelkan ke wajah saya hingga menutupi semua wajah yang lugu itu dengan balon tiup tersebut. Tapi biasanya bukan saja ke wajah sendiri, tapi terkadang saya suka menempelkan balon ini ke wajah teman saya secara iseng. Dulu harga balon tiup ini hanya Rp 50/biji dan biasanya ada hadiah setiap pembelian balon ini bagi yang beruntung.

  3. Bermain sepeda
  4. Ini salah satu permainan yang sampai sekarang masih saya mainkan. Biasanya saya dan teman-teman saya bersepeda bukan untuk balapan atau semacamnya tapi hanya untuk berjalan-jalan di sore hari. Biasaya saya sering memainkan ini selepas akan berbuka puasa di bulan Ramadhan dan itu saya lakukan dengan solo atau hanya sendirian saja tanpa anak-anak yang lain. Saya dari kecil memang sering bermain sepeda dan sendirian karena saya kadang suka malas bermain dengan teman-teman yang lain sebab saya biasanya bermain sepeda dengan ngebut sementara teman saya hanya slow-slow saja. Biasanya saya suka balapan dengan motor yang saya temui ketika bermain sepeda, dan ketika saya melewati motor itu, subhanallah…perasaan ini seakan senang sekali bagaikan menang di kompetisi balapan. Dan sampai sekarang pun saya juga masih suka bermain sepeda di kampus.

  5. Tazos
  6. Wah, inilah permainan yang paling saya rindukan hingga saat ini. Entah apakah sekarang ini masih ada atau tidak. Tazos ini biasaya saya dapatkan dari setiap pembelian ciki (saya lupa nama ciki-nya) atau beli dari teman yang punya banyak Tazos. Tazos ini bisa dimainkan dengan banyak cara. Sebenarnya Tazos ini dimainkan dengan satu Tazos lainnya dengan mengaitkan satu sama lain dan kemudian melemparkan ke udara atau di-geprak di lantai hingga salah satu Tazos berjalan. Akan tetapi, biasanya saya dan teman saya memainkannya dengan cara diteprok seperti bermain teprokan pada gambaran. Atau mungkin bisa sebagai alat pembayaran ketika bermain gambaran. Dulu saya punya banyak sekali Tazos dan sekarang saya tidak tahu dimana letak benda bersejarah itu. Mungkin terbawa banjir saat terjadi banjir 5 tahunan pada waktu dulu. Read the rest of this entry »

PSAU Selesai, Selamat Datang MABIM

Akhirnya selesai juga PSAU untuk Fasilkom UI yang diadakan selama dua hari. Tidak terasa kini mahasiswa baru (maba) Fasilkom 2008 akan bersiap-siap menghadapi masa perkuliahannya kurang dari seminggu lagi. Dalam masa perkuliahannya dimana mereka akan menghadapi dunia baru, maba akan mengalami suatu masa bimbingan (Mabim) yang diadakan dengan tujuan menyesuaikan maba terhadap lingkungan Fasilkom yang masih asing bagi mereka.

Untuk PSAU sendiri, maba sebenarnya sudah cukup untuk sedikit mengakrabkan diri mereka dengan lingkungan Fasilkom sekaligus mendekatkan diri terhadap beberapa elemen yang ada di Fasilkom itu sendiri. Di PSAU, maba diperkenalkan oleh beberapa dosen yang akan mereka temui ketika di masa perkuliahan; janitor, satpam, dan orang kantin yang pasti akan mereka selalu temui kapanpun mereka berada di lingkungan Kampus Bundar ini. Di sinilah ajang dimana mereka pintar-pintar beradaptasi dengan lingkungan baru dan tidak semua maba bisa dengan cepat beradaptasi. Selain berkenalan dengan beberapa elemen yang ada di Fasilkom, di PSAU itu juga maba akan mendapat bekal terhadap sistem perkuliahan yang pasti akan berbeda dengan sistem pembelajaran di SMA. Tidak hanya sistem yang berbeda, lingkungan mereka belajar tentu saja berbeda. Oleh karena itu, di PSAU terdapat kegiatan Tour de Campus yang bermanfaat bagi para maba untuk mengenal lebih jauh lingkungan di mana mereka akan singgahi selama empat tahun ke depan nanti.
Read the rest of this entry »

Hukum Mati atau Yang Lain Mati?

Akhir-akhir ini sering kita dengar para narapidana yang dijerat ataupun dieksekusi hukuman mati. Entah kenapa trend ini berkembang saat menjelang detik-detik Pemilu 2009. Apakah mungkin ini salah satu strategi para petinggi pemerintah yang memang ingin “mengejar setoran” sebelum masa pemerintahannya habis. Tapi, itu bukanlah persoalan yang penting, dan yang paling terpenting adalah, apakah para koruptor yang sekarang semakin merajelela akan ditindak lebih tegas atau malah sama saja seperti orang yang terkena hukuman dengan mereka yang mencuri ayam. Yah, tapi itulah realitanya sekarang ini. Malahan kalau dilihat secara jujur, nasib para koruptor itu lebih baik dibadingkan oleh para pencuri ayam. Para koruptor bisa seenaknya keluar masuk dari pintu jeruji dan hidup layaknya tinggal di hotel kelas eksekutif, tapi pencuri ayam itu, yah bayangkan saja sendiri nasibnya. Lalu, bagaimana yang seharusnya pemerintah lakukan terhadap para penjahat No.1 di Indonesia ini? Apakah pemerintah hanya berdiam saja dan senang melihat para rakyat Indonesia menanggung ulah bejat si koruptor tersebut, atau mereka siap untuk memangkas semua para koruptor dengan tidak tebang pilih?

Kita lanjutkan setelah pesan-pesan beikut ini…
Read the rest of this entry »